Matematika Sekolah Menengah Atas
[tex]\mathbb{Quiz}[/tex]

Sejarah Nilai Phi ?


Note 1 :
→pakai penjelasan
→No copas
→No ngasal

Note :
Joyeux anniversaire mon frère



[tex]\mathbb{Quiz}[/tex]

Sejarah Nilai Phi ?


Note 1 :
→pakai penjelasan
→No copas
→No ngasal

Note :
Joyeux anniversaire mon frère


Jawaban:

[tex]\huge{\mathbb{PEMBAHASAN :}}[/tex]

Sejarah Nilai Phi (μ)

Sejak zaman dahulu, para cendekiawan dan ahli matematika telah terpesona oleh Phi dan telah berusaha lama dan keras untuk mendapatkan nilai yang representatif.

1680 SM: Nilai tertua Phi yang telah ditemukan adalah karya orang Babel. Mereka berusaha membandingkan perimeter lingkaran dengan yang ada pada segi enam.

[tex]\tt{nilai \: perkiraan \: phi \: saat \: adalah \: 3 + \frac{1}{8} = 3.125}[/tex]

1650 SM: Papirus Matematika Rhind yang ditemukan pada 1855 mengajarkan kepada kita bahwa orang Mesir juga mempelajari Phi dan berusaha menemukan perkiraan terdekatnya. Para juru tulis Mesir, Ahmés, mengamati bahwa luas persegi 8 unit di satu sisi dapat direformasi untuk hampir menghasilkan lingkaran dengan diameter 9.

[tex]\tt{Secara \: Matematis, \: ini berarti \: 2 \times \frac{16}{9} \: \: atau \: \: sekitar \: 3.16.}[/tex]

700 SM: Teks India Shatapatha Brahma juga memberikan perkiraan Phi sama dengan 25/8 (3,125). Matematikawan India dari periode Veda kembali memperkirakan Phi menjadi 3, 1416 dengan menggunakan perhitungan astronomi.

Archimedes Secara luas dianggap sebagai orang pertama yang menghitung estimasi Phi yang akurat dalam esainya, menggunakan metode yang sangat pintar, menemukan cara memperkirakan perimeter untuk poligon dengan 96 sisi, Archimedes tiba di perkirakan berikut :

[tex] \frac{220}{71} < pi < \frac{22}{7} [/tex]

a. Kira -kira 250 SM, pi (π) pertama kali dipikirkan oleh matematikawan terkenal namanya Archimedes dari Syracuse.

b. Dia pakai teorema pythagoras untuk menentukan luas dua poligon (segi banyak), yaitu poligon yang ada di dalam lingkaran dan poligon yang dibatasi oleh lingkaran.

c. Hasil dari hitungannya, Archimedes hanya menemukan perkiraan bilangan, yaitu antara 3 1/7 dan 3 10/71, atau nilai rata-rata sekitar 3,1418.

d. Setelah itu, banyak matematikawan lain yang tertarik dan ikut memikirkan cara menghitung nilai pi (π), supaya memperoleh pendekatan nilai pi (π) yang sangat akurat.

e. Matematikawan Hindu Aryabhata, Brahmaputra, sampai matematikawan Arab, yaitu Mohammed bin Musa al Khawarizmi juga mencoba menghitung nilai pi (π), tapi hasil yang diperoleh masih kurang akurat.

f Dengan menggunakan metode Archimedes, matematikawan asal Jerman, Ludolph Ceulen menemukan pendekatan nilai pi hingga 35 digit, dengan akurat loh. Prestasinya ini dianggap luar biasa dan banyak orang yang menghormati jasanya.

[answer.2.content]